? ??????????????Light flip? ????? ?? ???Rating: 5.0 (1 Rating)??231 Grabs Today. 675 Total Grabs. ??????Pr
eview?? | ??Get the Code?? ?? ?????Rainbows? ????? ?? ???Rating: 4.7 (15 Ratings)??229 Grabs Today. 3229 Total Grabs. ??????Preview?? | ??Get the Code?? ?? ???????????? ????Easy Inst BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS ?

Senin, 31 Agustus 2009

Province of Central Java

Everyone knows about the Province of Central Java. More or less what they know about the Central Java must be about the Borobudur and Prambanan., sometimes these temples to remind us of ancient tribes in various parts of the world. Look at the relief and artifacts found in the temple which is characteristic of the existence of various kingdoms in Indonesia, similarly, in various parts of the world, as well as Mayan Aztecs in Mexico Need to be recognized that both are very fantastic and beautiful. However, there were so many other things that are not less interesting.


Central Java is an Indonesian province located in the center of the island of Java. This province borders the province of West Java in the west, Indian Ocean and the Special Region of Yogyakarta on the south, East Java in the east, and the Java Sea to the north. Its area is 32,548 km ², or approximately 25.04% of the island of Java. Central Java province also includes the island of Nusakambangan in the south (near the border with West Java), and the Karimun Java archipelago in the Java Sea. So, could be concluded that the province of Central Java's huge! If viewed from this province map covers a very large part of the island of Java, 25.04%. Could you imagine how great it was?


Central Java Province is one of the warm temperatures and identical with hot temperature, because the provincial average on the island of Java has a temperature of 25-30 degrees Celsius. With the warm temperatures make the visitors interested in travel to Bandengan Coast. Condition sloping beaches, clean water quality, and the expanse of white sand area of the main attraction. Here, people can shower as much as he enjoyed a light breeze. The beach is mostly pandanus trees on their land are very suitable to be a place rags, etc.


While in Central Java, you might be a little unnerved at the sight of one of the unique phenomenon that is here. Namely, Bledug Kuwu which is a phenomenon that is very unique. Bledug Kuwu mud volcano phenomenon that has existed long before the time of the ancient Mataram kingdom, and there was great until now. Very interesting place. There is a place again in Central Java which is considered attractive. Namely, Cave Jatijajar, from Bledug Kuwu into Cave Jatijajar have to travel a considerable distance. Remembering Volkswagen in Germany, is here anyone use a car like that? Turns out there, although not as much in his native country Germany, but still I see Volkswagen strolling in Central Java


Have you ever heard of Jatijajar Cave? People who have seen would agree that it is awe-inspiring and certainly interesting. In front of the cave there is a statue Jatijajar dinosaur as an important symbol of the cave. Anyone who enters this cave is automatically passed dinosaur’s statue's mouth. This statue looks out of the water as the spring in the cave mouth. And miraculously, it was believed the water would never empty. More far into the cave will be found many ornaments Stalactite, stalagmite and pillars of limestone. And the cave was turned into a bigger and more beautiful. Increasingly entered the cave there are eight statues total deodrama plus 32 copies. The statue was told about the legend of Raden Kamandaka identical Lutung Kasarung legend. It is said that the cave was used as a hermitage by Raden Kamandaka. Inside the cave was a shining light emanating from the cave ceiling is perforated. Making cave looks so beautiful, colorful, and exotic with a mix of light in it.


Not far from the cave Jatijajar there a store that sells typical foods of Central Java as gethuk magelang and also Ongklok Noodle. It was not enjoyable when visiting central Java, but have not tasted gethuk magelang. Try gethuk magelang feel soft, sweet and savory. Coupled with the color variation that makes colorful eye-catching look. In contrast to the visible gethuk magelang eye-catching, Ongklok Noodle which is the pride of Wonosobo food taste a bit spicy. It was not very spicy, let alone identical to taste spicy, but, this one noodle if you have added very spicy chili because it's basically been pretty spicy and tasty.


Orang Malaysia sok kenal

GILEEEEE CIIING! Hari ini saya buka email karna email tugas dari temen belom dibuka, eh tiba-tiba ada email DARI facebook tulisannya gini: Reminder: Jom invited you to join facebook
Lah? Jom sapa? saya buka kan tuh email nah alhasil kayak gini
Buset kok orang malaysia gitu? Jangan-jangan teroris, waduh mati ane..
Eh ternyata ada email lagi dari facebook juga tapi yang ini kayak gini: Reminder: Sam Ahmad invited you to join facebook
Lah Sam Ahmad siapa pula? Jeng.........pas saya buka beginilah yang adaWeleh......mana si yang namanya Jom itu email2 mulu..maunya apa coba ya sudahlah karna tidak kenal jadi nda' dibales. karna ibu saya bilang "Ih kok orang malaysianya banyak amat, tau shara dari mana lagi emang kenal?" dan saya tiba-tiba inget tentang berita di tv yang bilang kalo ada orang malaysia jadi penyumbang dana teroris di indonesia maka saya jadi parnoOOOOOOOOO:) si Jom terus menghantui saya kana terus email kayak gini: "Check out my photos on Facebook"

Gile apa Gila ya tuh si Jom-Jom....

Selasa, 18 Agustus 2009

Artikel Inovasi Dalam Memenuhi Kebutuhan

Bioetanol; Bensin dari Singkong

1. PENDAHULUAN

Krisis energi yang melanda berbagai belahan dunia, sudah lama diprediksi para pakar. Maklum, minyak bumi (fossil fuel) adalah bahan bakar yang tak dapat diperbarui. Cepat atau lambat, minyak dunia akan habis. Saat ini, kebutuhan akan minyak melonjak begitu luar biasa. Karena itu tak mengherankan jika harganya juga ikut melambung. Di pasar dunia misalnya, beberapa bulan lalu, harga minyak bumi sempat melewati US$ 100 per barrel. Kendati harga perlahan kembali turun, namun ke depan, jika negara-negara di dunia tak segera mengantisipasi kelangkaan fossil fuel, harga minyak akan kembali melonjak.

Saat ini, peranan BBM sudah mencapai 63% dalam pemakaian energi final nasional-2003. Indonesia yang dulu menjadi negara pengekspor minyak, sejak tahun 2004 berubah menjadi negara pengimpor minyak. Pada tahun 2004 Indonesia mengimpor minyak 487 ribu barel/hari. Sementara itu harga minyak dunia terus mengalami peningkatan harga. Hal ini jelas akan menggoyang perekonomian nasional.

Struktur APBN masih bergantung pada penerimaan migas dan subsidi BBM. Naiknya harga minyak dunia mengakibatkan membengkaknya subsidi BBM. Kebijakan pengurangan subsidi BBM yang diterapkan pemerintah akhirnya berakibat pada meningkatnya biaya-biaya perekonomian masyarakat.

Akibat penggunaan bahan bakar fossil ini, Indonesia menjadi pecandu minyak nomor satu di dunia. Sumberdaya alam yang tak bisa diperbaharui ini dieksploitasi dari dalam perut bumi untuk konsumsi industri, transportasi, dan rumah tangga. Sisa pembakarannya adalah CO, CO2, NO2, Pb, dan logam-logam berat lainnya dalam komposisi lebih kecil. Bahan-bahan berbahaya dan beracun tersebut, mencemari tanah, air, udara dan lapisan ozon, menyebabkan pemanasan global, kerusakan lingkungan dan mengganggu kesehatan, seperti infeksi saluran pernafasan, iritasi mata, dan lain-lain.


2. ARTIKEL TERKAIT

Bangunan di tepi jalan alternatif ke kota Sukabumi itu tersembunyi di antara kebun singkong. Tak ada yang mengira di gedung 3 kali lapangan voli itu Soekaeni mengolah umbi singkong menjadi 2.100 liter bioetanol setiap bulan. Dari jumlah itu 300 liter dijual ke pengecer premium dan 800 liter ke pengepul industri kimia. Harga jual untuk kedua konsumen itu sama: Rp10.000 per liter, sehingga pensiunan PT Telkom itu meraup omzet Rp21-juta per bulan.

Biaya untuk memproduksi seliter bioetanol berbahan baku singkong berkisar Rp3.400- Rp4.000. Satu liter bioetanol terbuat dari 6,5 kg singkong. Dari perniagaan bioetanol pria kelahiran 6 September 1950 itu meraup laba bersih Rp12-juta per bulan. Selain singkong, sekarang ia juga memanfaatkan molase alias limbah tetes tebu sebagai bahan baku. Bioetanol produksi Soekaeni itulah yang dimanfaatkan sebagai campuran premium oleh para tukang ojek di Nyangkowek, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, untuk bahan bakar kendaraan bermotor. Satu liter premium diberi campuran 0,1 liter bioetanol.


Meski harganya lebih mahal ketimbang premium, mereka tetap membelinya karena kinerja mesin lebih bagus dan konsumsi bahan bakar lebih hemat. Setahun terakhir popularitas bioetanol alias etanol yang diproses dari tumbuhan dan biodiesel atau minyak untuk mesin diesel dari tanaman memang meningkat. Keduanya-bioetanol dan biodiesel-merupakan bahan bakar nabati. Bersamaan dengan tren itu, bermunculan produsen bioetanol skala rumahan. Menurut Eka Bukit, produsen bioetanol, kriteria skala rumahan bila produksi maksimal 10.000 liter per hari.

Saat ini volume produksi skala rumahan beragam, dari 30 liter hingga 2.000 liter per hari. Selain Soekaeni di Cicurug, Sukabumi, masih ada Sugimin Sumoatmojo. Warga Bekonang, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, itu mengolah 1.500 molase alias limbah pabrik gula menjadi 500 liter bioetanol per hari. Untuk menghasilkan 1 liter bioetanol pria kelahiran 31 Desember 1947 itu memerlukan 3 liter molase.

Ia mengutip laba Rp2.500 per liter sehingga keuntungan bersih mencapai Rp1.250.000 per hari. Selama sebulan, mesin bekerja rata-rata 30 hari. Dengan demikian total jenderal volume produksi mencapai 15.000 liter yang memberikan untung bersih Rp37,5-juta per bulan. Di Bekonang dan sekitarnya, produsen bioetanol skala rumahan menjamur. Menurut Sabaryono, ketua Paguyuban Perajin Bioetanol Sukoharjo, total produsen mencapai 145 orang.
Bahan berlimpah

Daftar produsen bioetanol skala rumahan kian panjang jika ditulis satu per satu. Mereka bertebaran di Sukoharjo, Pati, (Jawa Tengah), Natar (Lampung), Sukabumi (Jawa Barat), Minahasa (Sulawesi Utara), dan Cilegon (Banten). Para produsen kecil itu mengendus peluang bisnis bioetanol. Harap mafhum, bahan baku melimpah, proses produksi relatif mudah, dan pasar terbentang menjadi daya tarik bagi mereka.

Menurut Dr Arif Yudiarto, periset bioetanol di Balai Besar Teknologi Pati, ada 3 kelompok tanaman sumber bioetanol. Ketiganya adalah tanaman mengandung pati, bergula, dan serat selulosa. Beberapa tanaman yang sohor sebagai penghasil bioetanol adalah aren dengan potensi produksi 40.000 liter per ha per tahun, jagung (6.000 liter), singkong (2.000 liter), biji sorgum (4.000 liter), jerami padi, dan ubijalar (7.800 liter).

Pada prinsipnya pembuatan bioetanol melalui fermentasi untuk memecah protein dan destilasi alias penyulingan yang relatif mudah sehingga gampang diterapkan. Berbeda dengan proses produksi biodiesel yang harus melampaui teknologi esterifikasi dan transesterifikasi. Apalagi sebetulnya bioetanol bukan barang baru bagi masyarakat Indonesia. Pada zaman kerajaan Singosari-700 tahun silam-masyarakat Jawa sudah mengenal ciu alias bioetanol dari tetes tebu. Itu berkat tentara Kubilai Khan yang mengajarkan proses produksi.

Lalu pasar? Eka Bukit yang mengolah nira aren kewalahan melayani permintaan bertubi-tubi. Setidaknya 275.000 liter permintaan rutin per bulan tak mampu ia pasok. Permintaan itu datang dari industri farmasi dan kimia. 'Pasarnya luar biasa besar,' ujar alumnus Carlton University itu. Oleh karena itu Eka tengah membangun pabrik pengolahan bioetanol di Kabupaten Lebak, Banten. Menurut Indra Winarno, direktur PT Molindo Raya Industrial produsen di Malang, Jawa Timur, permintaan etanol, 'Tak terbatas.'

Pasok langsung.

Sebagai substitusi bahan bakar premium, permintaan bioetanol sangat tinggi. Mari berhitung, 'Kebutuhan bensin nasional mencapai 17,5- miliar per tahun,' ujar Ir Yuttie Nurianti, manajer Pengembangan Produk Baru Pertamina. Yuttie menuturkan 30% dari total kebutuhan itu impor. Seperti diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah No 5/2006 dalam kurun 2007-2010, pemerintah menargetkan mengganti 1,48-miliar liter bensin dengan bioetanol lantaran kian menipisnya cadangan minyak bumi.

Persentase itu bakal meningkat menjadi 10% pada 2011-2015, dan 15% pada 2016-2025. Pada kurun pertama 2007-2010 selama 3 tahun pemerintah memerlukan rata-rata 30.833.000 liter bioetanol per bulan. Dari total kebutuhan itu cuma 137.000 liter bioetanol setiap bulan yang terpenuhi atau 0,4%. Itu berarti setiap bulan pemerintah kekurangan pasokan 30.696.000 liter bioetanol untuk bahan bakar.

Pangsa pasar yang sangat besar belum terpenuhi lantaran saat ini baru PT Molindo Raya Industrial yang memasok Pertamina. Dari produksi 150.000 liter, Molindo memasok 15.000 liter per hari. Molindo menjual biopremium melalui Pertamina Rp5.000 per liter.



3. PENUTUP (KESIMPULAN)


Saya telah membaca dan meneliti artikel ini. Kreatifitas dalam memenuhi kebutuhan itu memang sangat diperlukan. Terlebih disaat era globalisasi ini, kebutuhan yang semakin bertambah tidak diiringi dengan tersedianya sumberdaya terkait. Maka kita harus bisa mengganti sumberdaya yang telah ada dengan berbagai alternatif sumberdaya lain yang fungsinya sama. Dalam artikel diatas, sumberdaya bensin yang terbuat dari bahan bakar fosil digantikan dengan bahan bakar bernama bioetanol yang berbahan dasar tanaman mengandung pati, bergula, dan serat selulosa, seperti aren, singkong, jagung, ubijalar, dll. Dan kedua bahan bakar tersebut memiliki fungsi sama yakni, sebagai bahan bakar. Manfaat:Penggunaan bioetanol secara ekonomi bisa menekan biaya produksi BBM. Lalu, mengurangi pencemaran lingkungan, terlebih Gas buang bahan bakar nabati lebih bisa menekan polusi udara dibanding bensin. Selain itu, gas buangnya mengandung senyawa yang bermanfaat bagi tanaman jalan. Misalnya, CO2. Berbeda dengan bensin yang gas buangnya mengandung gas CO yang jelas sangat merugikan kesehatan mahluk hidup. Bagi saya inovasi yang dilakukan oleh Pak Soekani dari Sukabumi ini memang cukup inovatif dan berguna. Namun, persoalannya tidak hanya sampai disitu. Bahan baku yang digunakan untuk pembuatan bioetanol yang merupakan bahan pangan kebutuhan sehari-hari menjadi terkena dampaknya. Kebutuhan tanaman pangan untuk diolah menjadi sumber bahan bakar menyebabkan permintaan meningkat. Seperti, harga minyak sawit turut terdongkrak akibat kenaikan kebutuhan selain untuk minyak goreng dan turunannya, kini dimanfaatkan pula untuk biosolar. Terutama dengan tanaman pangan semacam jagung, kedelai, singkong, ubi, tebu yang menjadi sumber bahan baku untuk bioetanol. Terjadilah tarik-menarik kepentingan antara pangan dan sumber energi.

Menurut saya hal yang demikian cukup menyulitkan. Karena beberapa tanaman pangan seperti, jagung dan singkong telah dijadikan bahan makanan pokok dibeberapa daerah tertentu. Namun, manusia pasti akan selalu berusaha untuk tetap memenuhi kebutuhannya dengan terus melakukan inovasi. Bahan bakar tak kalah penting dengan bahan makanan pokok. Tanpa bahan bakar, tidak mungkin bahan makanan pokok dapat di distribusikan ke seluruh pelosok negeri. Karena kendaraan untuk pendistribusian memerlukan bahan bakar. Namun, tanpa bahan makanan pokok orang tidak mungkin dapat hidup. Jadi, keduanya saling terkait. Maka, menurut saya hal yang dapat dilakukan adalah mengganti bahan makanan seperti, jagung dengan bahan makanan pokok lain seperti sagu atau nasi. Jika hal tersebut kurang efektif, maka, bahan baku bioetanol difokuskan terhadap satu bahan baku seperti aren atau singkong sampai keadaan pangan membaik.


Jumat, 14 Agustus 2009

Al-Qur'an dan Sains

www.keajaibanalquran.com
Al Qur'an adalah firman Allah yang di dalamnya terkandung banyak sekali sisi keajaiban yang membuktikan fakta ini. Salah satunya adalah fakta bahwa sejumlah kebenaran ilmiah yang hanya mampu kita ungkap dengan teknologi abad ke-20 ternyata telah dinyatakan Al Qur'an sekitar 1400 tahun lalu. Tetapi, Al Qur'an tentu saja bukanlah kitab ilmu pengetahuan. Namun, dalam sejumlah ayatnya terdapat banyak fakta ilmiah yang dinyatakan secara sangat akurat dan benar yang baru dapat ditemukan dengan teknologi abad ke-20. Fakta-fakta ini belum dapat diketahui di masa Al Qur'an diwahyukan, dan ini semakin membuktikan bahwa Al Qur'an adalah firman Allah.


Jika ingin tahu tentang artikel lebih jauh, bisa langsung klik pada judul artikel dibawah ini
AL QUR'AN DAN ASTRONOMI
Banyak fakta, seperti penciptaan alam semesta dari ketiadaan, mengembangnya alam semesta, serta garis-garis edar planet di jagat raya, yang hanya mampu diketahui melalui astronomi modern, telah diberitakan dalam Al Qur'an sekitar 1400 tahun lalu.

AL QUR'AN DAN FISIKA
Tahukah Anda bahwa unsur besi pada awalnya terbentuk di bintang-bintang di luar angkasa, bahwa materi diciptakan berpasang-pasangan, dan bahwa waktu adalah suatu konsep yang relatif? Al Qur'an telah mengisyaratkan tentang semua fakta ilmiah ini.
AL QUR'AN DAN PLANET BUMI
Banyak fakta ilmiah, dari lapisan-lapisan atmosfir hingga fungsi geologis gunung, dari proses pembentukan hujan hingga struktur dunia bawah laut, dijelaskan dalam ayat-ayat Al Qur'an.

AL QUR'AN DAN BIOLOGI
Al Qur'an memaparkan perkembangan embrio manusia dalam rahim ibu melalui penjelasan yang benar-benar sesuai dengan penemuan embriologi modern.
INFORMASI MENGENAI PERISTIWA MASA DEPAN DALAM AL QUR'AN
Allah mengisahkan dalam Al Qur'an tentang sejumlah peristiwa penting yang akan terjadi di masa depan, dan berbagai peristiwa ini terjadi persis sebagaimana kisah tersebut.
PENGETAHUAN AL QUR'AN
Untuk meningkatkan pengetahuan Anda tentang Al Qur'an, Anda dapat mengunjungi, "Pengetahuan Al Qur'an" dan "Indeks Al Qur'an". Pada bagian ini, ayat-ayat Al Qur'an dikelompokkan menurut pokok bahasannya.

Hari ini Pak Koencoro banyak nanya

Hari ini guru agama saya yang bernama Pak Koencoro Widagdho banyak nanya waktu pelajaran agama hari selasa. Pertanyaannya tentang islam yang saya sama sekali gak bisa jawab. Karna takut hari selasa ulangan akhirnya saya bela-belain ikut forum yahoo answer buat cari jawaban pertanyaannya. Sekarang aja saya lagi coba nge-search di internet yang YA AMPUUUN! Nyarinya susah coy! Saya masih nungguin di depan komputer kali aja ada ahli agama yang liat pertanyaan saya di Yahoo Answer trus ngejawab pertanyaan saya.

Itulah sebabnya posting blog saya jadi full sama bahasan tentang kitab & Al-qur'an. Hasil pencarian yang udah saya search udah ada di posting blog. Bagi yang mau tau atau mau copy paste, copy aja no problem kok..Dari pada nge-search susah-susah.. Tapi kalo mau tau yang lebih lengkap lagi bisa buka ke situs keajaibanalquran.com yang udah saya link di post sehabis ini. Tapi gak apa-apalah saya ambil hikmahnya aja..bisa lebih menambah pengetahuan. Saya saranin mending situs diatas dibuka aja deh soalnya bagus banget isinya gak boong. Thanks.

Beriman kepada kitabullah? Harus semuanya gak?

Waktu kecil dulu, selalu diajarkan : beriman pada kitab-kitab Allah. Tapi saya kemudian berpikir, beriman yang seperti apa?

Setelah besar (remaja) saya mulai lebih berpikir… Duh Zabur, apakah itu. Perjanjian Lama (Taurat) gerangan seperti apa? Injil, apakah pula ini?. Dalam perjalanan itu, dengan berbekal pengetahuan masa kecil untuk beriman kepada kitab-kitab Allah, saya membaca jugalah Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru (Taurat dan Injil). :”Kan beriman pada kitab-kitab Allah !”. Emangnya ada larangan untuk mempelajari!. Begitulah sedikit argumen yang saya sampaikan.

“Ntar terpengaruh lho!?”

Namun dorongan untuk membaca, sedikit mempelajari saya anggap perlu juga. Ketertarikan adalah manusiawi saja. Beberapa bulan dibutuhkan waktu untuk membaca. Itu kejadian sepuluh tahun yang lalu lebih. Alasan saya untuk membaca adalah :

QS 5. Al Maa’idah 48. Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu,

QS 42. Asy Syuura 14. Dan mereka (ahli kitab) tidak berpecah belah, kecuali setelah datang pada mereka ilmu pengetahuan, karena kedengkian di antara mereka. Kalau tidaklah karena sesuatu ketetapan yang telah ada dari Tuhanmu dahulunya (untuk menangguhkan azab) sampai kepada waktu yang ditentukan, pastilah mereka telah dibinasakan. Dan sesungguhnya orang-orang yang diwariskan kepada mereka Al-Kitab (Taurat dan Injil) sesudah mereka, benar-benar berada dalam keraguan yang menggoncangkan tentang kitab itu.

QS 4. An Nisaa’ 136. Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya.

Penandaan atau benchmarking, tolok ukur terhadap sesuatu menjadi penting. Karena saya merasa memiliki bench marking itu yang diyakini keterpeliharaannya, maka dengan mencoba memahami Al Maa’idah 48, saya membacanya. Tentu saja hanya karya terjemahan, seperti juga Al Qur’an. Dengan penguasaan bahasa Arab yang minim (sedang bahasa Indonesia saja, bahasa Ibu, masih berlepotan) maka hanya bisa meraba-raba saja. Injil yang asli, tentu saja bahasanya Ibrani, bahasa aslinya.
Dari sini, saya juga merasa, betapa keaslian dalam bahasa asli Al Qur’an adalah salah satu yang begitu penting keterpeliharaaannya.
Dari pengalaman ini, saya merasa penting terlebih dahulu membangun standar keimanan sebelum kita mempelajari lainnya, bahkan termasuk juga khasanah filsafat yang luas dan mendalam, kadang begitu logis dan membumi.
Dari bacaan, tolok ukur Al Qur’an dan penjelasan panjang lebar, saya mungkin bisa lebih memahami yang bergelora dalam masalah keberimanan di jaman yang serba instan ini. Ada dugaan yang sebelumnya telah berubah pemaknaannya. Saya tidak ingin membahasnya sedikitpun, toh itu telah disampaikan oleh ayat yang menjelaskan tentang apa yang “mereka” perselisihkan. Demikian juga jawaban mengenai %historitas kata-kata Yesus. Saya tidak ingin membahasnya.

Membaca kitab sebelum Al Qur’an tetaplah sebagai suatu usaha mengenali Islam sebagai agama yang diturunkan kepada Nabi akhir jaman dalam kacamata saya tidaklah keliru (semoga), meski tetap disarankan untuk menyadari sepenuhnya untuk memahami bahwa Al Qur’an adalah batu ujian bagi kitab-kitab yang lainnya.

Perbandingan Kitab Al-Qur'an, Injil, Taurat dan Zabur

Dengan mengkaji dan mencermati apa yang dipaparkan di dalam bab pertama sampai keempat, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
1. Sebab-sebab terjadinya perbedaan Kitab dalam Islam dan Kristen adalah
.....karena Injil yang asli yang berupa firman Allah kepada Nabi Isa, yang diucapkan oleh Isa Almasih dalam bahasa aslinya bahasa Ibrani, tidak ada lagi. Ada dua pandangan mengapa Injil Masehi asli itu dewasa ini tidak terdapat: pertama, kemungkinan Nabi Isa tidak sempat menulisnya karena beliau menyiarkan agamanya dalam saat yang sangat pendek kurang lebih tiga tahun lamanya. Pendapat kedua menganggap tidak mungkin tidak ada asliriya pada permulaan, karena Isa Almasih sendiri tahu tulis baca. Hanya kitab yang asli itu berkemungkinan sangat telah ikut dimusnahkan ketika penganut-penganut Nasrani asli dimusnahkan oleh kekuasaan Romawi dan orang-orang yang benci kepada ajaran Tauhid Nasrani asli. Sedangkan Al-QurÂ’an selalu dicatat baik di pelepah kurma, tulang-tulang binatang dan sebagainya. Sementara hadits dilarang ditulis dengan harapan terhindar dari kerancuan. Dengan usaha-usaha inilah yang telah dilakukan sejak Nabi Muhammad SAW, baik berupa penulisan atau penghafalan maka keaslian dan kemurnian Al-Qur'an dapat dipertahankan sampai sekarang, bahkan insyaallah sampai kapanpun. Apalagi Tuhan sendiri sudah berjanji untuk menjaga Al-Qur'an seperti yang terdapat dalam Al-Qur'an Surat Al-Hijr ayat 9. Ini semua adalah fakta-fakta tentang terjaganya keaslian Al-Qur'an khusus dari segi sejarah. Dalam pada itu dari fakta-fakta segi lain, Jelasnya yaitu fakta dari segi bahasa, tidak kalah penting pula dalam memberikan jaminan terhadap keaslian Al-Qur'an sepanjang masa.
2. Ditinjau dari implementasinya dalam Islam dan Kristen. Bahwa ..........Al-Qur'an pada prinsipnya membenarkan, kitab-kitab Injil (dan Taurat) yang asli memang sungguh-sungguh berasal daripada Tuhan dan diturunkan kepada Nabi Isa (dan Nabi Musa). Tetapi Al-Qur'an menyatakan juga bahwa kitab-kitab Injil (dan Taurat) yang sekarang ialah kitab Injil (dan Taurat) yang telah diubah isinya oleh orang-orang Nasrani (dan Yahudi) sehingga isinya tidak sesuai lagi dengan prinsip agama Tauhid. Karena itu bagi siapa saja dari umat Islam yang ingin membaca Injil (dan Taurat) hendaknya berpedoman kepada ayat-ayat Al-Qur'an agar dapat membedakan mana dari ayat-ayat Injil (dan Taurat) itu yang sungguh-sungguh Wahyu Allah dan mana pula yang hanya buatan tangan manusia belaka. Dalam konteks tersebut tugas Al-Qur'an ialah membenarkan (tashdiq) Injil (dan taurat) dari kesalahannya. Jadi Al-Qur'an bertugas dua macam dalam tashdiq-nya yaitu membenarkan dengan arti menyungguhkan bahwa Injil dan Taurat itu memang sungguh kitab Allah. Membenarkan dengan arti meralatnya (correctief) daripada kesalahan-kesalahan yang dilakukan tangan manusia terhadapnya. Dengan demikian kita tidak boleh menganggap Injil (dan Taurat) itu sebagai kitab yang isinya benar semua dan juga tidak boleh menganggap Injil (dan Taurat) itu sebagai kitab yang salah semua. Al-Qur'an sendiri karena merupakan kumpulan Wahyu Allah yang terjaga tidak terdapat di dalamnya perselisihan antara ayat-ayatnya satu sama lain seperti halnya dalam Perjanjian Baru. Dalam An-Nisa:. 82 dikatakan: Jika Qur'an itu bukan daripada Allah niscayalah akan terdapat bermacam-macam kesalahan di dalamnya.
3. Kepercayaan kita kepada Al-Qur'an sekaligus membawa kita kepada kewajiban untuk mengamalkan isi Al-Qur'an. Kepercayaan kita kepada Taurat, Zabur dan Injil tidaklah demikian halnya.
.......Kita kepada ketiga Kitab Suci tersebut hanyalah wajib percaya sekedar percaya dengan tidak usah berkewajiban untuk mengamalkan isi-isinya. Kita hanyalah diperintahkan untuk percaya, dalam arti bahwa kita percaya, memang Tuhan pada waktu-waktu yang lalu pernah menurunkan wahyu-wahyu Nya yang bernama Taurat, Zabur dan Injil, masing-masing kepada Nabi Musa, Nabi Daud dan Nabi Isa bin Maryam. Kita tidak berkewajiban mengamalkan ketiga Kitab Suci tersebut
. 4. Al-QurÂ’an membenarkan Injil, bukanlah dengan pengertian bahwa Injil Matius, Injil Markus Injil Lukas, dan Injil Yahya itu benar wahyu Tuhan yang diberikan kepada Isa al-Masih. Al-QurÂ’an membenarkan Injil, hanya dengan pengertian bahwa benar Allah telah mewahyukan atau menurunkan kitab Injil kepada Nabi Isa al-Masih ibnu Maryam. Sayang Injil yang dimaksudkan oleh Al-QurÂ’an itu tidak pernah dijumpai di antara ribuan manuskrip tua warisan keagamaan umat Kristen. Kendati umat Kristen yang dikenal oleh umat Islam (sejak dari masa hidup Nabi Muhammad sampai sekarang) tidak berpegang kepada kitab suci Injil yang diwahyukan Tuhan kepada Nabi Isa al-Masih, tapi kepada empat versi Injil, yang masing-masing disusun oleh Matius, Markus, Lukas, dan Yahya, mereka tetaplah disebut Ahlul Kitab. Itu berarti suatu pengakuan dari Al-QurÂ’an bahwa mereka adalah umat yang pernah diberi kitab yang diwahyukan melalui rasul Tuhan. Pengakuan itu tidaklah mengandung jaminan bahwa kitab yang diwahyukan itu masih ada atau masih terpelihara dengan baik.

Could you answer this question?

1. Kitabullah adalah kitab yang diturunkan Allah, sbb :

1. Taurat - diturunkan melalui Nabi Musa AS
2. Zabur - diturunkan kepada Nabi Daud AS
3. Injil - diturunkan melalui Nabi Isa AS
4. Al-Qur'an - diturunkan melalui Nabi Besar Muhammad SAW

1. Apakah iman kepada kitabullah (4 kitab) tersebut sifatnya wajib?
2. Bagaimanakah dengan halnya rukun iman yang hanya mengatakan 'beriman kepada Al-Qur'an'


Kalau Anda mengatakan 'ya' untuk butir no.1, apakah artinya kita harus memiliki ke-3 kitab sebelum Al-Qur'an?

Kalau Anda menjawab 'ya' pertanyaan tersebut, khusus untuk kitab Injil yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi Isa AS, kitab Injil yang mana yang dimaksud ... yang harus diimani muslim di antara kitab Injil yang beredar?

2. Apakah TUJUAN ALLAH menurunkan ZABUR-TAURAT-INJIL-ALQUR'AN Kalau Hanya menjadikan PERTENTANGAN ?

3. Kenapa Allah menurunkan Taurat duluan baru Zabur lalu Injil baru Al-qur'an? Tetapi, pada akhirnya kita hanya berpedoman pada Al-qur'an?

Apa yang dikatakan Alqur'an mengenai kitab-kitab sebelumnya?

Apa yang Dikatakan Al-Qur'an Mengenai Kitab Suci Sebelumnya?

Check it out:www.isaalmasih.net

Taurat
Taurat. Illustration copyrighted. Kata Taurat berasal dari bahasa Arab untuk Torah (bahasa Ibrani), biasanya dimengerti sebagai hukum Musa (Hazrat Musa). Al-Qur'an memberikan pernyataan yang cukup banyak mengenai Taurat dibandingkan dengan Alkitab (Bible):

    Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), yang dengan Kitab itu diputuskan perkara orang-orang Yahudi oleh nabi-nabi yang menyerah diri kepada Allah, oleh orang-orang alim mereka dan pendeta-pendeta mereka, disebabkan mereka diperintahkan memelihara kitab-kitab Allah dan mereka menjadi saksi terhadapnya. Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku. Dan janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit. Barang siapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir. Dan kami telah menetapkan terhadap mereka di dalamnya (At Taurat) bahwasanya jiwa (dibalas) dengan jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka-luka (pun) ada kisasnya. (Surah-Al Maa-idah 5:44, 45a)

Dari kutipan ini dapat dilihat bahwa Al-Qur'an sangatlah menghargai Taurat (sebagai petunjuk dan terang), dan diwahyukan dari Allah. Kutipan ini diambil Taurat yang berasal dari Keluaran 21:23-25.

    "...mendapat kecelakaan yang membawa maut, maka engkau harus memberikan nyawa, mata ganti mata, gigi ganti gigi, tangan ganti tangan, kaki ganti kaki, lecur ganti lecur, luka ganti luka, bengkak ganti bengkak." (Keluaran 21:23-25)

Di dalam Al-Qur'an terkadang terdapat bahwa kata Taurat tak hanya merujuk pada Hazrat Musa (pbuh), tapi seluruh kitab Ibrani, terutama ayat yang menyebutkan Taurat dan Injil secara bersamaan.

    Dia menurunkan Al Kitab (Al Qur'an) kepadamu dengan sebenarnya; membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil (Surah-Ali 'Imran 3:3)

    Hai Ahli Kitab mengapa kamu bantah membantah tentang hal Ibrahim, padahal Taurat dan Injil tidak diturunkan melainkan sesudah Ibrahim. Apakah kamu tidak berpikir? (Surah-Ali 'Imran 3:65)

Kata "Hai orang-orang dengan Kitabmu" dalam ayat di atas merujuk pada -Umat Yahudi, Kristen dan Muslim. Buku yang dihormati mereka adalah Taurat, Injil dan Al-Qur'an. Ayat kedua hanya menyebutkan dua kitab, tapi hal ini sangat penting bagi umat Muslim, karena kitab lainnya adalah tiruan. Perintah secara spesifik untuk mempelajari Taurat berasal dari Hadits Nabi:

    Abu Harairah berkata : Sewaktu Rasullullah (semoga damai bersamanya) hendak tidur, biasanya ia berdoa: Ya, Allah yang mempunyai Surga, Bumi dan segenap isinya, Allah yang menumbuhkan benih, Allah yang menurunkan Taurat, Injil dan Al-Qur'an, yang padaNya aku berlindung dari yang jahat (Sunan Abu Dawud, vol 3 page 1403)

Tentu saja, Rasullullah mengetahui bahwa kitab Zabur juga telah diturunkan, tapi kemungkinan besar beliau berpikir bahwa Zabur termasuk dalam Taurat. Tradisi yang lainnya kutipan dari Taurat karena nubuatan Rasulullah:

    Ka'b, salinlah Taurat, seperti yang kami tulis: Muhammad nabi Allah, Pelayanku yang terpilih, ia tidak keras ataupun kasar, atau berteriak secara keras di jalan-jalan, dan tak juga membalas kejahatan dengan kejahatan, tapi penuh pengampunan dan kasih. Tempat kelahirannya adalah Mekah, rumahnya adalah di Taiba, kerajaannya akan di Siria, dan rakyatnya akan memuji dan menyembah Allah dalam kemakmurannya, yang memuji Allah di tempat yang terang, yang akan mengabarkan kebesaran-Nya di setiap tempat yang melihat matahari, dan berdoa setiap waktunya tiba, yang akan mengalungkan kain sembahyang, yang akan menghapus keterbatasan mereka, yang memanggil nama Allah dengan tidak malu-malu, yang akan bertarung sesuai dengan doa mereka, yang akan merendahkan suara mereka di waktu malam seperti lebah." (Miskhat Al-Masabih, Vol 2 hal. 1237)

Kata-kata yang dibold (berhuruf tebal) merupakan bagian yang menarik karena sesuai dengan Yesaya 42 :1-4 :

    Lihat inilah hamba-Ku yang Ku-pegang, orang pilihan-Ku yang kepadanya aku berkenan. Ia tidak akan berteriak atau menyaringkan suara atau memperdengarkan suaranya di jalan. Buluh yang patah terkulai tak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tak akan dipadamkannya, tetapi dengan setia ia akan menyatakan hukum. Ia sendiri tidak akan menjadi pudar, dan tidak akan patah terkulai, sampai ia menegakkan hukum di bumi segala pulau mengharapkan pengajarannya.

Sisa dari kutipan Hadis diklaim berasal dari Taurat. Jika dibandingakan dengan Yesaya 42, dapat dilihat kesamaannya. Sebagai contoh, Yesaya 42: 11 berbicara tentang "padang pasir" dan "Kaum Kedar", yang kemungkinan besar berbicara tentang padang pasir Arab dan daerah Haidar (bahasa Ibrani=Kedar) yang merupakan leluhur Nabi. Yesaya 42 :10-12 berbicara tentang banyak orang memuji-muji Tuhan, kebanyakan berasal dari padang gurun Arabsecara tradisi hal ini mengacu pada kitab Yesaya yang merupakan bagian dari kitab Taurat, hal ini membuktikan bahwa kitab Taurat dalam Al-Qur'an mengacu pada kitab umat Yahudi yang tak lain merupakan Injil Perjanjian Lama.

Zabur
Kata Zabur berasal dari bahasa Arab yang dapat disamakan dengan Zimra dalam bahasa Ibrani, dan diterjemahkan dalam bahasa Inggris sebagai psalm dalam Mazmur 81:2 dan 98:5. Kata ini diartikan sebagai lagu ataupun musik, sama seperti dalam Keluaran 15:2,"Tuhan adalah kekuatanku dan pujianku." Kata ini juga dapat disetarakan kata Zamir (lagu) dan mizmor (mazmur/psalm) yang merupakan turunan dari kata "Zamar" yang berarti "menyanyi, menyanyikan lagu pujian dan membuat lagu." (Thelogical Wordbook of the Old Testament).

Dalam Al-Qur'an, kitab Zabur disebut sebanyak tiga kali:

    "...Dan Kami berikan Zabur kepada Daud." (Surah-An Nisaa' 4:163)

    "DanTuhan-mu lebih mengetahui siapa yang (ada) di langit dan di bumi. Dan sesungguhnya telah Kami lebihkan sebagian nabi-nabi itu atas sebagian (yang lain), dan kami berikan Zabur kepada Daud." (Surah-Al Israa' 17:55)

    "Dan sungguh telah Kami tulis didalam Zabur sesudah (Kami tulis dalam) Lauh Mahfuzh, bahwasanya bumi ini dipusakai hamba-hamba-Ku yang saleh." (Surah-Al Anbiyaa' 21:105)

Dari ayat terakhir sangatlah menarik karena merupakan kutipan daripada Mazmur 37:29,"Orang-orang benar akan mewarisi bumi selama-lamanya." Banyak ahli-ahli Islam berpikir bahwa ayat ini juga merujuk pada Injil Keluaran 32:13,"... Itu merupakan bagian mereka selama-lamanya."

Pendeta, CG Pfander berkata secara lebih jauh lagi bahwa referensi Al-Qur'an yang merujuk pada kitab Mazmur, pada dasarnya lebih merujuk pada bagian ketiga dari Kitab-kitab Ibrani yang dikenal juga sebagai bagian Ketubim: "Hal ini dimulai pada Mazmur, juga menjadi gaya penulisan dalam Injil (Lukas 24:44) dan Al-Qur'an." (The Balance of Truth hal. 51).

Injil
Injil merupakan kata dari bahasa Arab yang setara dengan kata Yunani "euaggelion,"evangel atau "gospel" dalam bahasa Inggris. Kata ini muncul 12 kali dalam Al-Qur'an

    "Kemudian Kami iringkan dibelakang mereka rasul-rasul Kami dan Kami iringkan (pula) Isa putra Maryam; dan Kami berikan kepadanya Injil dan Kami jadikan dalam hati orang-orang yang mengikutinya rasa santun dan kasih sayang. Dan mereka mengada-adakan rahbaniyyah padahal Kami tidak mewajibkannya kepada mereka tetapi untuk mencari keridhaan Allah, lalu mereka tidak memeliharanya dengan pemeliharaan yang semestinya. Maka kami berikan kepada orang-orang yang beriman diantara mereka pahalanya dan banyak di antara mereka orang-orang yang fasik." (Surah-Al Hadiid 57:27)

Referensi diatas sangatlah menarik untuk beberapa alasan berikut ini. Pertama, menyatakan bahwa Hazata Isa adalah Injil yang diberikan Allah, yang diyakini saudara-saudara Muslim benar-benar dikatakan dan ditulis oleh Nabi Isa sendiri. Kedua, Allah telah menjadikan dan memerintahkan umat Kristen untuk penuh belas kasihan dan pengampunan. Hal ini menjadi topik utama dari semua Surah dalam Al-Qur'an dan menjadi rumusan untuk ucapan berkat dan semua pekerjaan yang baik "Bismiilah hir Rahman nir Rohim" Atas nama Allah yang penyayang, yang penuh anugrah dan pengampunan." Kelihatannya dikatakan bahwa untuk menjadi seorang Kristen dituntut untuk mempunyai karakter Allah! Hal ini merupakan kesaksian yang diberikan Al-Qur'an kepada para pengikut Hazrat Isa! Ketiga, ayat ini merupakan salah satu ayat dari 12 ayat lainnya yang secara spesifik menyebutkan tentang Injil dalam Al-Qur'an, dan tidak menyebutkan tentang Taurat (hukum). Injil selalu disebutkan secara berpasangan dengan Taurat (lihat ayat 3:3, 48, 65; 9:111; 5:49, 50, 69, 71, 113):

    "Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka: kamu lihat mereka ruku' dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus diatas pokoknya..." (Surah-Al-Fat-h 48:29)

Ayat di atas menunjukkan bahwa para Sahabat Nabi akan mendapat kekuatan dan belas kasihan. Kuat dan melawan para musuh Allah. Dikatakan bahwa cara doa mereka yang penuh kerendahan hati sesuai dengan Taurat (bandingkan dengan Bilangan 16:22 "Musa dan Harun sujud menyembah). Dan dikatakan bahwa kekuatan dan kemenangan umat Muslim seperti yang dinubuatkan dalam Injil yang berasal dari perumpamaan Nabi Isa:

    Seumpama orang yang menabur benih di tanah, lalu pada malam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas, dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang. Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butir-butir yang penuh dengan isinya ke dalam bulir itu.-memang biji ini yang paling kecil daripada segala jenis benih yang ada di bumi. Tetapi apabila ia ditaburkan, ia tumbuh dan menjadi lebih besar daripada segala sayuran yang lain dan mengeluarkan cabang-cabang yang besar, sehingga burung-burung di udara dapat bersarang dalam naungannya. (Markus 4:26-28, 31b-32)

Kelompok Muslim mulai tumbuh kecil tetapi kemudian berkembang dengan pesat menjadi suatu kekuatan dunia. Tapi bagaimanapun juga, hal utama yang harus dilihat adalah hal ini merupakan salah satu referensi dari 10 yang ada dalam Al-Qur'an yang memuat Taurat dan Injil bersama, dengan menyatukan keseluruhan kitab Yahudi dan Kristen maka diringkas menjadi "Hukum dan Injil." Satu contoh lagi:

    "(Yaitu) orang-orang yang mengikuti Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada disisi mereka..." (Surah-Al A'raaf 7:157)

Merupakan suatu ayat yang menarik, yang menyatakan bahwa kedatangan Rasullullah telah dinubuatkan oleh Kitab umat Yahudi (Taurat) dan umat Kristen (Injil). Dari Taurat umat Muslim merujuk pada Ulangan 18:15, yang mengindikasikan sebagai Hazrat Muhammad:

    Seorang nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku, akan dibangkitkan bagimu oleh Tuhan, Allahmu; dialah yang harus kamu dengar (Ulangan 18:15)

Hal ini menjelaskan bahwa hanya Hazrat Muhammad-lah yang dapat memenuhi nubuatan tersebut sesuai dengan kata, "di antara saudaramu" yang dapat diartikan, "dari antara saudara-saudaramu juga hai orang Yahudi, misalnya Kaum Ismail." Mereka melihat bahwa Nabi bukanlah orang Yahudi. Sebegitu jauh dianggap bahwa Hazrat Muhammad telah dinubuatkan atau diramalkan dari Injil, ini sangatlah menolong jika kita melihat dari apa yang dikatakan Al-Qur'an:

    "Dan ketika Isa Putra Maryam berkata: "Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat dan memberi khabar gembira dengan seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad". Maka tatkala Rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: "Ini adalah sihir yang nyata" (Surah-Ash Shaff 61:6)

Ayat ini sama sekali tidak menyebutkan kata Injil, tapi telah memberikan ide bahwa kabar akan datangnya Hazrat Muhammad berasal dari Injil. Ayat ini juga mendukung akan "Hukum (Taurat) dan Injil" yang biasanya selalu berpasangan di dalam Al-Qur'an. Para ahli Muslim melihat versi ayat-ayat dalam Kitab Injil Yohanes yang diperbaharui untuk mendukung pernyataan Al-Qur'an"

    "Ahmad" atau "Muhammad" yang berarti dimuliakan, diterjemahkan dalam bahasa Yunani dengan kata Periclytos. Kata ini digunakan dalam Injil Yohanes (Yahya) 14:16,15:26, kata "Penghibur"(bahasa Inggris=Comforter) merupakan kata yang setara dengan kata Yunani untuk Paracletos yang berarti penasehat. Para ahli kami (dengan gelar Doktor atau S-3) menganggap bahwa telah terjadi penyimpangan dalam penerjemahan Periclytos yang menjadi Paracletos, bahkan dalam terjemahan yang asli dikatakan bahwa Nabi Isa (Yesus) telah menubuatkan akan Nabi Muhammad dengan menyebutkan namanya. Bahkan jika kita membaca, kata ini akan mengacu pada Nabi kita yang berarti " Penghibur untuk semua makhluk" (21:107) dan :"kemurahan bagi yang percaya"(9:28) (Ali Ibid., halaman 1540, catatan kaki)

Nabi Muhammad sering membicarakan tentang orang Kristen dalam Al-Qur'an, seperti:

    "Dan hendaklah orang-orang pengikut Injil memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah di dalamnya. Barang siapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik." (Surah-Al Maa idah 5:47)

Pemimpin Kristen Michael Ali Nazir dalam salah satu penelitiannya mengomentari hal ini:

    "Fokus utama bukanlah pemikiran Muhammad tentang Injil, tetapi apa yang menjadi fakta yang ada pada jamannya. Dalam ayat di atas dikatakan bahwa umat Kristen pada jamannya melihat Injil sebagai panduan. Sekarang jika orang Kristen pada masa itu hanya menanggapi Injil sebagai slogan dan mereka harus tetap melihat Injil mereka, apa yang mereka cari? Jawabannya adalah sangat jelas: Mereka melihat ke dalam Perjanjian Baru (yang juga kita kenal)..." (Nazer-Ali, Islam: A Christian Perspective, hal. 14)

Taurat, Zabur dan Injil
Tak ditemukan sama sekali di dalam Al-Qur'an ketiga kitab ini disebutkan bersama. Ketiga kitab ini tak disebutkan dalam surat yang sama. Untuk menemukan ketiganya bersama anda harus mencarinya di Hadits:

    Abu Huraira menceritakan bahwa ketika Rasulullah ditanya oleh Ubay bin Ka'b bagaimana Rasullullah dapat melaksanakan doa dan Umm Al-Quran (Surat pertama Al-Quran), Rasulullah menjawab," Kepada Ialah yang memegang jiwaku, yang telah menurunkan Taurat, Injil, Zabur atau Al-Quran, dan ada tujuh ayat yang telah diulang dari Al-Quran yang telah diturunkan melaluiku." (Mishkat Al-Masabih, halaman 454)

Dari Hadis Nabi kita dapat melihat bahwa secara tradisi Umat Muslim mengenal akan empat kitab suci. Al-Qur'an hanya menyebutkan keempat kitab ini saja yang diturunkan dan tak ada kitab lainnya, tapi Al-Qur'an menyebutkan beberapa nama nabi yang tidak ditulis dalam Kitab Musa (Pentateukh), Mazmur/Zabur dan Injil.

Nabi-Nabi lainnya
Nabi-nabi dalam Alkitab yang tidak disebutkan dalam ketiga kitab tersebut dan disebutkan dalam Al-Qur'an adalah Ayub (4:163), Elia (6:86), Elisa (6:87), Sulaiman (Solomo) (2:102), Yunus (4:163), Yehezkiel (tapi kemungkinan besar adalah Yesaya) (21:85) dan Ezra (9:30). Sebagai tambahan ada juga karakter dalam Alkitab yang bukan Nabi yang juga disebutkan yaitu Goliat (2:51), Korah (26:76), Raja Saul (Jaloud) (2:247) dan Ratu Sheba (27:22). Semua ayat lainnya hanya merujuk pada Taurat, Zabur dan Injil, dan semua ayat lainnya yang dipercaya diturunkan melalui Hazrat Musa, Daud dan Isa. Pada kenyataannya, ada pendapat bahwa semua isi Alkitab hanya mengacu ke ketiga kitab ini. Pendapat ini semakin kuat jika kita membaca ayat seperti ini:

    "Katakan (hai orang-orang mu'min): "Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada Kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma'il, Ishaq, Ya'qub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan 'Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun diantara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya" (Surah-Al Baqarah 2:136)

Ayat di atas membuka kemungkinan ke kitab-kitab dalam Alkitab yang tak termasuk dalam Taurat dan Injil. Lebih jauh lagi bagaimana hubungan Zabur dengan Al-Qur'an? Ada ayat-ayat yang mendukungnya juga yaitu:

    "Sesungguhnya orang-orang mu'min, orang-orang Yahudi, Shabiin dan orang-orang Nasrani, siapa saja yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak mereka bersedih hati." (Surah-Al Maa idah 5:69)

    Katakanlah: "Hai, Ahli Kitab, kamu tidak dipandang beragama sedikitpun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil dan Al Qur'an yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu". (Surah-Al Maa idah 5:68)

Beberapa ahli Muslim huruf yang (huruf tebal) dengan mengacu pada Al-Qur'an. Beberapa pendapat lagi tak mampu mendukung hal ini bahkan kurang dogmatis. Kemungkinan besar Zabur termasuk dalam ayat ini. Ayat-ayat yang lain yang membicarakan hal ini secara luas adalah 5 :113 dan 3:48. Pada dasarnya kedua ayat nin membicarakan topik yang sama yaitu, bagaimana Allah mengajarkan tentang Hazrat Isa. Surah 3:48:

    Dan Allah akan mengajarkan kepadanya Al Kitab, Hikmah, Taurat dan Injil. (Surah-Ali 'Imran 3:48)

Taurat dan Injil yang dimaksud adalah jelas, tapi apa yang dimaksud dengan "Al kitab" disini ? Maulana Abdul Madjid Daryabadi melihatnya secara umum dengan mengatakan bahwa hal ini merujuk pada" semua kitab yang diwahyukan." (Tafsir Al-Quran, vol 1, hal. 227). Kata "Kitab" dalam bahasa Arab adalah Alkitab, kata yang umum digunakan untuk kitab suci termasuk Al-Quran. Namun karena kata ini terlalu umum, barangkali kita dapat mengatakan Al kitab termasuk tulisan seperti Elia (Hazrat Ilyas), Elisa (Al-Yassa), Yehezkiel (Zulkifli atau Hizkil), Yunus dan sebagainya, Bagaimanapun juga hal ini akan merujuk bahwa pengertian Taurat sebenarnya adalah mengacu pada Kitab Yahudi, termasuk Taurat, Mazmur dan kitab para Nabi.

    Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Bani Israil Al Kitab, kekuasaan dan kenabian dan Kami berikan kepada mereka rezki-rezki yang baik dan Kami lebihkan mereka atas bangsa-bangsa. (Surah-Al Jaatsiyah 45:16)

Abdullah Yusuf Ali mengomentari ayat ini sebagai berikut:

    Israel mempeoleh pewahyuan dari Musa, dan kekuatan yang adil melalui kerajaan Daud dan Sulaiman, dan beberapa peringatan nabi, seperti Yesaya dan Yeremia (Ali, Ibid, hal. 1358)

Ia melihat bahwa perkataan Nabi Yesaya dan Yeremia merupakan nubuatan dari Tuhan. Hal ini merupakan hal yang luar biasa karena kedua nabi ini tak pernah disebutkan dalam Al-Qur'an dan Hadis.

Hadis menunjukkan bahwa Hazrat Muhammad merupakan pewahyuan dari Tuhan, yang mirip seperti penulisan Rasul Paulus:

    Abu Huraira mengatakan bahwa setelah Rasulullah menyatakan bahwa Ia mendapat wahyu dari Allah Yang Maha Tinggi " Aku telah mempersiapkan pelayanku, yang belum pernah dilihat, belum pernah didengar, dan yang belum pernah dipikirkan oleh manusia," Ia menambahkan '" Tak ada yang mengetahui bahwa sang Penghibur telah dating kepada mereka." (Bukhari dan Muslim)

Kutipan diatas mendekati apa yang ditulis oleh Paulus dalam 1 Korintus 2:9:

    Tetapi seperti ada tertulis : "Apa yang tak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia." (1 Kor. 2:9)

Kutipan dari Hadis tadi mendekati pada perkataan Paulus. Ada perkataan Bahwa Allah yang Maha Tinggi mengatakannya! Dan tentulah Nabi Muhammad mempunyai pemikiran bahwa surat Korintus merupakan bagian dari firman Tuhan dan merupakan bagian dari Injil. Sekalipun banyak bagian dari Hadis Nabi tidak dipercaya, tapi bagian ini sangatlah dipercaya. Ayat ini mendapat perhatian besar dan dapat ditemukan juga di Sahih Al-Bukhari dan Sahih Muslim.

Kesimpulan
Dalam Al-Qur'an, kitab Taurat dapat mengacu kepada Hukum Musa atau seluruh Kitab dari Perjanjian Lama. Zabur merupakan Mazmur Daud, tapi kemungkinan sama dengan Kethubim, bagian ketiga daru kitab Ibrani. Al-Quran tidak menentang sama sekali interpretasi ini. Injil merupakan pewahyuan yang diberikan lepada umat Kristen. Al-Qur'an memberikan kesaksian tentang ketiga kitab terdahulu, dan juga dari para nabi yang memperoleh pewahyuan dari Allah. Hadis menolong untuk mendefinisikan kitab terdahulu hanya ada tiga kitab dan juga menunjukkan, adanya para nabi yang tak dikenal yang telah berperan dalam kitab tersebut (seperti Paulus)

Iman Kepada Kitabullah

Al-Kutub bentuk jamak dari kata “kitab” yang berarti “sesuatu yang ditulis”. Namun yang dimaksud di sini adalah kitab-kitab yang diturunkan Allah kepada para rasul-Nya sebagai rahmat dan hidayah bagi seluruh manusia agar mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Iman kepada kitab-kitab mengandung empat unsur:

1. Mengimani bahwa benar-benar diturunkan dari Allah.

2. Mengimani kitab-kitab yang sudah kita kenali namanya, seperti Al Qur’an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad n, Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa p, Injil yang diturunkan kepada Nabi Isa p, dan Zabur yang diturunkan kepada Nabi Daud p. Adapun kitab-kitab yang tidak kita ketahui namanya, kita mengimaninya secara global.

3. Membenarkan seluruh beritanya yang benar, seperti berita-berita yang ada di dalam Al Qur’an, dan berita-berita kitab-kitab terdahulu yang belum diganti atau belum diselewengkan.

4. Mengerjakan seluruh hukum yang belum dinasakh (dihapus) serta rela dan menyerah pada hukum itu, baik kita memahami hikmahnya maupun tidak. Seluruh kitab terdahulu telah dinasakh oleh Al Qur’anul Azhim, seperti firman-Nya, yang artinya:

“Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Qur’an dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya), dan sebagai batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu…” (Al Maidah 48)

Oleh karena itu, tidak dibenarkan mengerjakan hukum apa pun dari hukum kitab-kitab terdahulu, kecuali yang benar dan ditetapkan Al Qur’an.

Buah Iman kepada Kitabullah:

1. Mengetahui perhatian Allah terhadap hamba-hamba-Nya sehingga menurunkan kitab yang menjadi hidayah (petunjuk) bagi setiap umat.

2. Mengetahui hikmah Allah dalam syara’ atau hukum-Nya sehingga menetapkan hukum yang sesuai dengan tingkah laku setiap umat, seperti firman-Nya, yang artinya:

“…untuk tiap-tiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang…” (Al Maidah 48)