? ??????????????Light flip? ????? ?? ???Rating: 5.0 (1 Rating)??231 Grabs Today. 675 Total Grabs. ??????Pr
eview?? | ??Get the Code?? ?? ?????Rainbows? ????? ?? ???Rating: 4.7 (15 Ratings)??229 Grabs Today. 3229 Total Grabs. ??????Preview?? | ??Get the Code?? ?? ???????????? ????Easy Inst BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS ?

Jumat, 14 Agustus 2009

Iman Kepada Kitabullah

Al-Kutub bentuk jamak dari kata “kitab” yang berarti “sesuatu yang ditulis”. Namun yang dimaksud di sini adalah kitab-kitab yang diturunkan Allah kepada para rasul-Nya sebagai rahmat dan hidayah bagi seluruh manusia agar mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Iman kepada kitab-kitab mengandung empat unsur:

1. Mengimani bahwa benar-benar diturunkan dari Allah.

2. Mengimani kitab-kitab yang sudah kita kenali namanya, seperti Al Qur’an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad n, Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa p, Injil yang diturunkan kepada Nabi Isa p, dan Zabur yang diturunkan kepada Nabi Daud p. Adapun kitab-kitab yang tidak kita ketahui namanya, kita mengimaninya secara global.

3. Membenarkan seluruh beritanya yang benar, seperti berita-berita yang ada di dalam Al Qur’an, dan berita-berita kitab-kitab terdahulu yang belum diganti atau belum diselewengkan.

4. Mengerjakan seluruh hukum yang belum dinasakh (dihapus) serta rela dan menyerah pada hukum itu, baik kita memahami hikmahnya maupun tidak. Seluruh kitab terdahulu telah dinasakh oleh Al Qur’anul Azhim, seperti firman-Nya, yang artinya:

“Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Qur’an dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya), dan sebagai batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu…” (Al Maidah 48)

Oleh karena itu, tidak dibenarkan mengerjakan hukum apa pun dari hukum kitab-kitab terdahulu, kecuali yang benar dan ditetapkan Al Qur’an.

Buah Iman kepada Kitabullah:

1. Mengetahui perhatian Allah terhadap hamba-hamba-Nya sehingga menurunkan kitab yang menjadi hidayah (petunjuk) bagi setiap umat.

2. Mengetahui hikmah Allah dalam syara’ atau hukum-Nya sehingga menetapkan hukum yang sesuai dengan tingkah laku setiap umat, seperti firman-Nya, yang artinya:

“…untuk tiap-tiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang…” (Al Maidah 48)

Selasa, 04 Agustus 2009

I have to be diligent person

diligent! diligent! must be diligent!
From now on must diligently learn!
i don't have time to sit around..

OH GOD THAT WOULD BE QUITE DIFFICULT FOR ME TO DO!!!!!Arrrrrgggghhhhhhh...

Byebye Mbah Surip..




You know what!? He's gone! Mbah Surip was berpulang ke rahmatullah!! Dan baru saja saya baca di sini kalo di salah satu situs sosial dunia (oke langsung saja yaitu twitter) berita kematian mbah surip langsung jadi 10 berita terpampang gitu deh..Dan emang kenyataan karena waktu saya buka twitter emang bener bahkan adanya di paling kiri alias pertama..<3huahua.. style="text-align: center;">
Sekarang coba deh bandingin sama foto Mbah Surip yang sekarang:

8Elogger!


8Elogger

Lemot ,,,,...,.,.,.

Sangat Lemooot! Komputer lemot, internet lemot, ulangan lemot, hari yang lemoooot!!!!

LEMOOOOOTT DAYYY!!!!!!!!!!